PDAM Kota Batu dan Perhutani Malang menandatangani kerjasama penggunaan air di kawasan hutan - WisataHits
Jawa Timur

PDAM Kota Batu dan Perhutani Malang menandatangani kerjasama penggunaan air di kawasan hutan

PDAM Kota Batu dan Perhutani Malang menandatangani kerjasama penggunaan air di kawasan hutan

WAKTU JATIM – Di bawah Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirto Kota Batu menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Perhutani untuk Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Malang. Kesepakatan penggunaan air dari kawasan hutan dilakukan pada Jumat (06/01/2023) di aula Kantor Perum Perhutani KPH Malang.

Ada tiga titik lokasi narasumber yang telah disepakati kedua belah pihak. Ketiganya adalah Mata Air Kasinan di Pesanggrahan, Mata Air Sumber Darmi Songgoriti dan Mata Air Belok Terong di Oro-Oro Ombo. Semuanya merupakan daerah tangkapan air di kawasan hutan Perum Perhutani RPH Oro-Oro Ombo dan RPH Punten BKPH Pujon.

Direktur Utama Perumdam Among Tirto, Kota Batu, Edy Sunaedy M.AP mengatakan kerjasama ini merupakan langkah awal yang akan disambut positif. Selain menggunakan air, juga sebagai upaya untuk melestarikan sumber daya air di kawasan hutan bagi masyarakat setempat.

“Ini merupakan kerjasama pertama yang terjalin dan merupakan langkah positif dalam memenuhi ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya saat dihubungi East Java Times, Jumat (6/1/2023).

Edy menjelaskan, ketiga sumber yang tercantum dalam kerjasama tersebut dapat dimanfaatkan secara bebas oleh masyarakat sekitar kawasan hutan. Mata air Kasinan di Pesanggrahan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Pesanggrahan dan sebagian Ngaglik. Kemudian mata air Sumber Darmi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah Oro-Oro Ombo, Tlekung dan sebagian Temas. sedangkan sumber terung Belok dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah Songgokerto.

PDAM Kota Batu dan Perhutani Malang menandatangani kerjasama penggunaan air di kawasan hutan

Menurut dia, ketiga sumber tersebut tidak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan air bersih. Sebanyak 19.375 pelanggan memiliki setidaknya 200 hingga 300 liter air per detik. Meski demikian, pemanfaatan ketiga titik tersebut tetap perlu dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekitar.

“Terong Belok menggunakan 11 liter per detik, Sumber Darmi 4 liter per detik dan Kasinan 6 liter per detik,” jelas Edy.

Ia berharap kerjasama yang terjalin dapat mengarah pada langkah-langkah baru untuk meningkatkan potensi pemanfaatan sumber daya air di kawasan hutan. Dikatakannya, ada beberapa potensi sebagai upaya konservasi air yang bisa dijalin bersama. Salah satunya adalah wisata museum air yang diharapkan kedepannya dapat dikaji lebih lanjut sehingga dapat diimplementasikan di Kota Batu.

“Tur berpemandu ke Museum Air ini merupakan ide baru yang muncul dari diskusi kami dan potensinya ke depan perlu digali lebih jauh. Meski belum ada titik yang terpetakan di Kota Batu, namun hal ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konservasi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Pengurus KPH Malang Hermawan menjelaskan, kesepakatan kerja sama yang telah dilaksanakan menekankan pada upaya pemanfaatan air permukaan yang harus dibarengi dengan upaya konservasi dan konservasi. Hal ini memungkinkan debit air tetap konstan dan tidak berkurang, meskipun jumlah penduduk dan pemukiman di Kota Batu terus bertambah.

“Pemanfaatan yang dilakukan oleh Perumdam Kota Botu harus sesuai dengan tanggung jawab perbaikan agar debit air tidak berkurang dan masyarakat dapat terus memanfaatkannya,” jelasnya.

Menurutnya, pemanfaatan mata air di kawasan hutan harus sesuai aturan yang berlaku dan menjadi perhatian Perumdam Kota Batu. Kelestarian dan perlindungan lingkungan menjadi kunci terpenting dalam menangani lingkungan agar drainase air terus terjaga. Oleh karena itu, kontribusi Perumdam Kota Batu yang tertuang dalam kerjasama yang disepakati bersama sangat ditonjolkan.

“Jadi bukan hanya profit, tapi ke depan sustainability juga harus diperhatikan. Karena catchment area ini memiliki radius tertentu yang harus diperhatikan,” ujar Hermawan.

Ia berharap kerjasama ini juga dapat meningkatkan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, kebutuhan air bersih di Kota Batu tetap terpenuhi meski jumlah penduduk terus bertambah. Upaya yang dapat dilakukan antara lain penanaman pohon dan perbaikan lingkungan agar air tersimpan dengan baik dan tidak terbuang percuma di jalanan.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab Perhutani, tapi semua pihak yang merasakan manfaatnya. Ibarat menanam pohon, semua pihak harus melakukan bagiannya,” pungkas Hermawan.

Source: news.google.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button