Jawa Barat

Kopi Tutug Gununghalu, Produk Unggulan UKM Kabupaten Bandung Barat

PITA – Jawa Barat dikenal sebagai salah satu daerah penghasil biji kopi unggulan nusantara, yang menjadi primadona yang kerap mendapat pujian dari komunitas kopi dunia.

Salah satunya adalah Kopi Gununghalu yang kini diproduksi dan dipasarkan oleh masyarakat sekitar melalui kemitraan koperasi dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang dikenal dengan label Kopi Tutug Gununghalu.

Gununghalu sendiri merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang kondisi alamnya asri dan sejuk serta menjadi tempat ikon wisata yaitu Curug Malela. Pohon kopi tumbuh subur di daerah ini.

Wartawan sendiri mengenal Kopi Tutug Gununghalu pada acara peringatan Hari Koperasi ke-75 yang diselenggarakan Dekopinwil Jabar di Halaman Gedung Senbik, Jl. Soekarno Hatta, Kota Bandung. Produk kopi Tutug Gununghalu menempati stand produk premium yang dipromosikan oleh Dekopinda Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dikelola oleh Agus Hidayat.

Saat ditanya tentang produk Kopi Tutug Gununghalu, Agus, aktivis UMKM di KBB, menjelaskan pihaknya terdorong untuk menanam kopi Gununghalu karena sumber daya kopi di daerah tersebut menghasilkan kopi berkualitas tinggi dan membantu meningkatkan hasil panen petani melalui pengolahan untuk menyerapnya. ke dalam bentuk yang sudah jadi dalam kemasan.

“Ya kebetulan kami pengurus UMKM di KBB, lalu kita jalan-jalan ke Gununghalu yang jaraknya lumayan jauh dari ibu kota KBB. Ternyata banyak potensi pengembangan yang kita lihat di Gununghalu, termasuk kopi Gununghalu,” ujarnya (30/8/2022).

Memang, kata Agus, banyak pembeli kopi Gununghalu yang kemudian akan dipasarkan dengan merek berbeda.

“Pembeli biji kopi di Gununghalu banyak, termasuk dari Jakarta. Mereka membeli kopi dari petani dan kemudian memasarkannya dengan merek yang berbeda. Melihat potensi yang kita miliki di sini, mengapa tidak kita coba kembangkan melalui pola kerjasama UKM. Toh kami tergerak dengan rekan-rekan kami, bagaimana kami mengambil produk para petani kopi, mengolahnya dan menghasilkan merek khusus KBB asli,” jelasnya.

Lebih lanjut Agus menyampaikan, pihaknya tidak hanya mengambil biji kopi dari petani di Gununghalu, tetapi juga menyentuh petani gula aren di Sindangkerta.

“Selain kopi, kami juga berusaha mengambil alih produksi dari petani gula aren di Sindangkerta sehingga mereka menghasilkan kopi yang dicampur gula aren. Hal ini juga terinspirasi dari produk kopi kemasan ternama seperti Kapal Api. Kami tidak ingin menjadi pesaing perusahaan besar, tapi setidaknya mengajak warga khususnya di KBB untuk terlibat mempromosikan produk kopi lokal khas Gununghalu,” ujar Agus yang juga ketua umum Berkah. Koperasi Wirausaha Mandiri.

Agus berharap produk Kopi Tutug Gununghalu dapat diterima masyarakat sebagai produk yang aman bagi kesehatan. Oleh karena itu, dalam pembuatannya tidak menggunakan pewarna dan esens serta pengawet.

“Komposisi produk kopi kami terdiri dari 20 persen kopi Arabica original dan 80 persen kopi Robusta. Kami blend untuk membuat Kopi Tutug Gununghalu ini,” jelas Agus sambil menunjukkan produk kopinya yang sudah dalam bentuk kemasan atau sachet.

Agar harganya lebih terjangkau, Agus dan timnya berencana mengemas kopi Tutug Gununghalu ini dalam bentuk rencengan juga.

Pemasaran Kopi Tutug Gununghalu sendiri bekerja sama dengan sejumlah toko di KBB selain menggunakan berbagai marketplace.

Komentar

Komentar

Source: sorotindonesia.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button