Mengungkap Sejarah dan Asal Usul Kampung Belanda di Garut: Okezone Travel - WisataHits
Jawa Barat

Mengungkap Sejarah dan Asal Usul Kampung Belanda di Garut: Okezone Travel

Mengungkap Sejarah dan Asal Usul Kampung Belanda di Garut: Okezone Travel

DESA Belanda disebut juga Kampung Amsterdam dan terletak di Kawasan Perkebunan Teh Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Desa di kaki Gunung Cikuray ini menawarkan pemandangan yang indah sehingga layak dijadikan tujuan wisata.

Kampung Belanda Garut hangat diperdebatkan orang karena perempuan kampungnya berpenampilan Eropa.

BACA JUGA:Indahnya pantai Sayang Heulang, wisata ikonik di Garut untuk liburan tahun baru 2023

Lalu kenapa disebut kampung belanda?

Youtuber Alman Mulyana pernah melaporkan langsung kondisi Kampung Belanda Garut dan videonya tayang di kanal Youtube Alman Mulyana.

Dalam wawancara dengan Alman, seorang warga Kampung Belanda bernama Fatimah mengatakan ayahnya, Andre Joseph, keturunan Belanda dan menikah tiga kali.

Setiap wanita memiliki dua hingga tiga anak. Keturunan Andre Joseph adalah mereka yang menempati kampung Belanda di Garut.

BACA JUGA:4 Destinasi Menarik untuk Dijelajahi di Geopark Ciletuh Nomor 1 Namanya Seram Penuh Misteri

Andre Joseph dan keturunannya tinggal bersama di sebuah desa Belanda sampai tua dan bahkan memiliki cucu. Oleh karena itu, pesona seorang gadis desa asal desa Belanda Garut menjadi perhatian banyak orang. Gadis-gadis itu memiliki mata biru seorang turis.

Ikuti Berita Okezone di Berita Google

Kampung Belanda ini terletak di perkebunan teh Dayeuh Manggung, sekitar 19 kilometer dari pusat kota Garut. Jarak dari pusat kota ke desa sekitar 45 menit dengan mobil.

Mengungkap Sejarah dan Asal Usul Kampung Belanda di Garut: Okezone Travel

Jika penasaran, Anda bisa mengunjungi Kampung Belanda Garut yang berada di kaki Gunung Cikuray.

Selain itu, banyak hal yang bisa dilakukan saat berkunjung ke desa Belanda ini antara lain berkemah, hiking, dan tracking. Anda tidak perlu khawatir untuk menginap di mana karena penduduk setempat menyediakan banyak wisma untuk wisatawan.

Source: news.google.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button